ikamaro. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

AGENDA TERKHIR PENGURUS IKAMARO PERIODE 2012/2013 BERJALAN SUKSES


17 Maret 2013, Pengurus Ikamaro atau Ikatan Mahasiswa Bojonegoro masa bakti 2012/2013 kemarin (17/03) melakasanakan agenda terakhirnya. Agenda tersebut merupakan salah satu program kerja dari Devisi Pengembangan dan Pemberdayaan Organisasi. Agenda yang berupa pelatihan organisasi ini berjalan sukses. Pelatihan tersebut diisi oleh 4 pemateri, dengan 2 sesi. 4 pemateri tersebut yaitu Hj. Mufidah Cholil, M.Si., Miftahul Munif, S.Sc.,. Sesi pertama dimulai sekitar pukul 09.00 dengan materi pertama disampaikan oleh yang merupakan Pembina Ikamaro ini menyampaikan materi dengan tema ‘’Manajemen Organisasi”. Kemudian dilanjutkan oleh pemateri kedua yaitu Miftahul Munif, S.sc., yang merupakan mantan Ketua Umum Ikamaro ini menyampaikan materi dengan tema “Kiat Mahasiswa Idealis” . Sesi yang kedua dilaksanakan setelah Ishoma. Pemateri pertama di sesi kedua ini adalah dengan materi Pelatihan Persidangan yang disampaikan oleh Dimas Indra, S.H. (mantan Ketua umum BSB), dan pemateri kedua yaitu Dwi Cahyono, S.Si dengan tema: Potensi Daerah dan Ormada. Acara ini semakin seru dengan keantusiasan peserta bertanya kepada pemateri, apalagi diakhir acara ada semacam lomba mempresentasikan tentang potensi-potensi yang ada di Bojonegoro yang diikuti oleh peserta. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok kecil. Dari ketiga kelompok tersebut dipilih oleh Bapak menjadi pemenang. Setiap kelompok diberi kesempatan diskusi selama 15 menit. Setelah 15 menit dari masing-masing kelompok dipilih perwakilannya untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Pemenang merupakan kelompok yang presentesinya paling bagus. Dari presentasi masing-masing, dipilhlah kelompok pertama sebagai juara. Kelompok yang menjadi juara mendapat reward dari Bapak.
Acara tersebut diakhiri dengan sesi sharing dengan orda mahasiswa Bojonegoro yaitu BSB (Brawijaya Student Bojonegoro) dari Universitas Brawijaya dan HIMABO (Himpunan Mahasiswa Bojonegoro) dari Universitas Negeri Malang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LEDRE JAJANAN KHAS



LEDRE? Bukan pakan ternak, bukan pula nama binatang. Mereka yang pertama kali menyusuri jalan antara Kota Blora, Ngawi, dan Bojonegoro, di perbatasan antara Jawa Tengah dengan Jawa Timur, akan bingung ketika melihat papan bertuliskan "Agen Resmi Ledre Istimewa" atau "Agen Resmi Ledre Super".
Sekalipun akhirnya ada sedikit papan yang mencantumkan tulisan tambahan "Asli Pisang Raja", orang tetap berpikir macam apa makanan itu. Pikiran kemudian menduga-duga, makanan ini mungkin seperti selai pisang. Dugaan itu meleset jauh!
Digiring oleh rasa penasaran, Kompas kemudian mengunjungi sebuah toko kecil di sebuah perempatan di Kecamatan Padangan, Bojonegoro, yang di depan toko itu tercantum tulisan sebagai agen resmi ledre. Rasa penasaran itu akhirnya terjawab, setelah seorang pemilik warung memberi contoh makanan yang bernama ledre itu.
Ledre adalah makanan kering yang terbuat dari campuran tepung terigu, gula, dan tepung beras, yang biasanya ditambah pisang raja untuk aroma. Semua bahan itu dibuat adonan tipis, kemudian digoreng. Ketika mulai agak kering, campuran itu kemudian digulung cepat-cepat. Panjangnya sekitar 20 sentimeter dan renyah sekali.
Di beberapa tempat, kue ini sering disebut kue semprong. Sebutan ini diberikan, karena bentuknya yang mirip dengan tabung kaca yang terdapat di lampu teplok. Semprong digunakan untuk melindungi api dari angin.
"Ledre oleh-oleh asli khas Padangan, asalnya memang dari sini," kata Ny Anif (48), salah seorang penjual ledre, yang berdagang makanan itu sejak tahun 1996. Ia mengatakan, meski di banyak tempat terdapat penjual ledre, tetapi makanan ini asalnya dari Padangan.
Ledre boleh dibilang sudah terangkat namanya, hingga banyak dijual di luar Padangan. Di Kabupaten Blora, penjual ledre banyak terdapat di sepanjang jalan menuju Kecamatan Cepu. Di Ngawi, penjual ledre terdapat di pinggir jalan antara Ngawi-Solo.
HARGA sebungkus ledre Rp 4.000, berisi sekitar sepuluh "semprong". Agar mudah di bawa untuk oleh-oleh dan tidak hancur, ledre dikemas dengan kardus. Satu kardus kecil isinya dua bungkus. Sedangkan yang berukuran besar isinya empat bungkus.
Menjelang Lebaran, harga ledre dinaikkan hingga Rp 6.000. Kardusnya pun ada yang berukuran besar, hingga berisi 60 bungkus. Maklum saja, ledre banyak dibeli untuk oleh-oleh para pemudik bagi kerabatnya.
Soal kenaikkan harga itu, Ny Anif mengatakan, pedagang yang biasanya mengambil sedikit stok, tiba-tiba mengambil banyak dari pembuat ledre. Ia sendiri pada hari biasa mengambil sekitar 100 kardus. Namun, pada hari menjelang Lebaran bisa mengambil hingga 400 kardus.
"Para pedagang biasa berebut karena takut kehabisan persediaan," katanya. Untuk variasi, pembuat ledre biasanya membuat kue itu dengan aroma baru, seperti durian, cokelat, dan susu. Beberapa pembuat ledre yang cukup kesohor, antara lain UD Anyar Mas, Ny Khusnul M, dan Ny Arifin.
Para pembuat ledre ini cukup profesional, dari segi kemasan mereka telah membuatnya sesuai dengan syarat higienis, seperti bungkus dari plastik dan kardus. Selain itu, ada nomor pendaftaran di Departemen Kesehatan. Kardusnya pun cukup menarik. Ada gambar karikatur tawon yang sedang makan pisang.
Hari-hari makin mendekati Lebaran, pedagang ledre sudah pasti makin tersenyum. Mereka pasti akan meraup banyak untung. Bila penasaran dengan ledre, datanglah ke Padangan. Ratusan penjual ledre ada di sepanjang jalan menuju kecamatan itu. (Andreas Maryoto)
SUMBER:http://www.kompas.com/kompas-cetak/0112/11/daerah/ledr09.htm

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pelatihan Pengabdian Masyarakat

Sabtu ,26 November 2011
Ikatan Mahasiswa Bojonegoro (Ikamaro) telah mengadakan Pelatihan Pengabdian Masyarakat yang diadakan di Micro Teaching Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang  pada Pukul 13.00 dengan pemateri M.Farid Usman yang sangat berpengalaman  tentang Baksos .Ikamaro bekerja sama dengan LPM (Lembaga Pengabdian Masyarakat ) UIN malang.
Dalam Materi tersebut banyak hal yang dijelaskan oleh pemateri antara lain tentang Baksos itu sendiri dan metode-metodenya.Para peserta dan panitia aktif dalam diskusi tersebut.Dengan adanya acara ini diharapkan agar para mahasiswa bojonegoro bisa lebih memantapkan dalam acara baksos yang diadakan di Bojonegoro yang akan datang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MEUBEL SUKOREJO BOJONEGORO

Omset penjualan mebel kayu jati di Desa Sukorejo Kecamatan Kota Bojonegoro selama digelar pameran "Bojonegoro Wood Fair" mencapai lebih dari Rp 1,5 miliar. Omset penjulan mebel selama pameran mebel tersebut diakui para pengrajin jauh meningkat dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Menurut Ketua Panitia Bojonegoro Wood Fair Yudhi Madjid, pameran yang digelar mulai 15 Januari hingga 22 Januari lalu memang memberikan peningkatan omset yang besar. Selain lebih besar dari omset sehari-hari, omset selama pameran kemarin juga lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya yang omset penjualan mebel tidak lebih Rp1 miliar.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ikatan Mahasiswa Bojonegoro (Ikamaro) UIN Maliki Malang

oleh: Arif muhlisin

Pada saat seseorang memasuki lingkungan akademik(kampus), salah satunya adalah maka semua aktivitas dan kepribadiannya secara tak sadar akan terbawa oleh lingkungan tersebut. Jika seorang mahasiswa yang tidak puas akan pengalamannya dalam bidang akademik saja maka mereka akan berkecimpung dalam organisasi,baik itu organisasi extra,organisasi intra,organisasi daerah,dll. Organisasi adalah lingkungan penyempurna dari lingkungan akademik,dimana kita bisa menerapkan ilmu yang kita dapatkan dalam organisasi.Organiasai adalah penyempurna lingkungan akademik. Tidak bisa dipungkiri ilmu pengetahuan yang didapat dari dalam kelas kuliah hanya sebatas ranah kognitif saja (pikiran). Apabila dilengkapi dengan organisasi maka akan berkembang sangat afektif (sikap) dan psikomotorik (perilaku). Sehingga lengkap sudah kemajuan tiga ranah dari individu yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.
Suatu organisasi bisa dikatakan demikian karena organisasi tersebut adalah wahana laboratorium untuk mempraktekkan ilmu pengetahuan yang didapat dari perkuliahan. Seperti kata-kata populer “if I hear I forget, if I see I remember, if I do I know”. Dan organisasilah yang akan membantu anda untuk do sehingga anda benar-benar know.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Akademik Vs Organisasi

Pada saat seseorang memasuki lingkungan akademik, salah satunya adalah lingkungan kampus maka semua aktivitas dan kepribadiannya secara tak sadar akan terbawa oleh lingkungan tersebut. Pada saat seorang mahasiswa yang tidak puas akan pengalamannya dalam bidang akademik saja maka mereka akan berkecimpung dalam organisasi. Organisasi adalah lingkungan penyempurna dari lingkungan akademik.Organiasai adalah penyempurna lingkungan akademik. Tidak bisa dipungkiri ilmu pengetahuan yang didapat dari dalam kelas kuliah hanya sebatas ranah kognitif saja (pikiran). Apabila dilengkapi dengan organisasi maka akan berkembang ranah afektif (sikap) dan psikomotorik (perilaku). Sehingga lengkap sudah kemajuan tiga ranah dari individu yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.
Suatu organisasi bisa dikatakan demikian karena organisasi tersebut adalah wahana laboratorium untuk mempraktekkan ilmu pengetahuan yang didapat dari perkuliahan. Seperti kata-kata populer “if I hear I forget, if I see I remember, if I do I know”. Dan organisasilah yang akan membantu anda untuk do sehingga anda benar-benar know.

Bagi yang aktif dalam berorganisasi beruntunglah dia. Akan tetapi ada hal lain yang harus digarisbawahi dalam berorganisasi, yaitu tidak terlalu berlebiihan sehingga melupakan tujuan utama yaitu kuliah. Sedangkan organisasi sebagai pelengkap saja.

Adalah hal biasa jika mahasiswa bolos kuliah, bahkan cuti kuliah atau mengundurkan diri sekaligus dengan alasan berkorban demi kemajuan organisasi yang diikuti sekarang. Saya pernah sedikit membaca megnenai sense belongness yang tercakup dalam buku Psikologi Sosial karya Gerungan.

Sense belongness atau rasa keikut sertaan dan rasa bertanggungjawab organisasi memang penting ada. Dan bahkan harus ada agar eksistensi dari suatu organisasi tersebut bisa terus berlangsung. Namun sense belongness ini juga yang digunakan sebagai alasan untuk meninggalkan tujuan utama yaitu kuliah.

Apabila dengan cermat kita amati disekeliling kita khususnya diwilayah Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Negeri Malang banyak mahasiswa yang terjebak dalam kesalahpahaman ini. Unit sebagai rumah kedua atau sebagai rumah utama memang benar adanya dan memang harus begitu untuk meningkatkan rasa memiliki kepada suatu organisasi tersebut. Akan tetapi jika Unit mengalahkan tujuan utama kuliah itu yang salah besar.

Dilihat dari segi tujuan masing-masing individu memanglah berbeda. Dan tidak bisa disalahkan jika kita berpijak pada hal tersebut. Namun sangat disesali jika mahasiswa sebagai akademisi tangguh berubah menjadi nonakademisi karena “berkorban demi suatu organisasi yang digelutinya”. Kata terakhir, saya beri tanda kutip karena menurut saya tidak semua mahasiswa yang benar-benar mengatasnamakan organisasi untuk meninggalkan kuliahnya. Organisator yang tangguh adalah orang yang pandai mengatur space-space kehidupannya. Jika hal ini yang terjadi maka terwujudlah suatu keseimbangan. Malah orang yang mengatasnamakan organisasi untuk meninggalkan kuliahnya adalah pengkhianat besar organisasi yang diikutinya dan secara terang-terangan telah menjelekkan nama organisasi tersebut.

Mahasiswa sebagai agen of change artinya adalah sebagai orang yang bisa mengadakan perubahan pada suatu sistem sosial (individu, keluarga, masyarakat, nusa bangsa) kearah yang lebih baik. Jika ingin benar-benar menjalankan kewajiban tersebut pegang dua pilar yaitu akademi dan organisasi.

Intinya adalah keseimbangan. Inilah menurut saya yang harus dipegang oleh setiap para organisator. Dan inilah senjata paling ampuh menurut filosof terkenal Pieget yang dikenalkannya sebagai Equilibrium. Keseimbangan untuk mengatur kapling-kapling pikirannya. Seorang organisator yang profesional apabila didasarkan oleh teori Pieget ini adalah bisa membedakan pemikiran pada saat di organisasi dan pemikiran pada saat kuliah. Mungkin contoh yang paling umum dan agak menggelitik ketidak profesionalan seorang organisator ketika permasalahan pribadinya dengan sesama anggota dibawahnya dalam forum organiasasi, sehingga mempengaruhi kinerjanya. Bahkan permasalahan ini bisa merembet sampai ke perkuliahan, dan seterusnya. Sangat sulit memang untuk menerapkan Equilibrium ini. Namun mari kita mencobanya.

Mahasiswa yang biasanya kuliah terus pulang, ga ada agenda lain di kampus, biasa disebut “kupu2” (kuliah pulang-kuliah pulang). Ada juga mahasiswa yang suka organisasi, biasanya kalau aktif di organisasi pasti sering rapat, nah mahasiswa yang seperti ini disebut “kura2” (kuliah rapat- kuliah rapat). Lalu yang benar yang bagaimana? Kupu2 atau kura2 mungkin jawaban dari berbagai orang beda2. Ada yang suka kupu2 ada yang suka kura2. Kalau aku lebih suka kura2, meskipun berdasarkan pengamatanku kebanyakan mahasiswa yanga ikut organisasi IPnya pas2an, tapi ada juga sih yang IPnya bagus (tp Cuma sedikit hehehe…). Menurutku organisasi dan kuliah itu sama2 penting.

            Inilah kutipan dari gusmus.net “Banyak sarjana fresh graduate yang IP-nya cum laude namun kinerja profesionalnya biasa-biasa saja sehingga karirnya stagnan. Mengapa? Karena sarjana tersebut semasa kuliahnya menjadi mahasiswa kupu-kupu yang ogah berorganisasi dan bersosialisasi sehingga tidak mempunyai kemampuan berkomunikasi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Belum lagi, banyak profesi tertentu seperti marketing yang tidak hanya membutuhkan kemampuan berkomunikasi yang baik tapi juga kemampuan lobbying dan negosiasi. It’s clear, kemampuan komunikasi, lobbying dan negosiasi tidak akan kita dapatkan di bangku kuliah, tapi akan kita temukan melalui aktivitas berorganisasi”

Aku akan bercerita tentang pengalamanku tentang kuliah & organisasi.

Waktu semester satu awal aku berpikiran mau fokus ke kuliah, aku diajak temanku untuk ikut organisasi tetapi aku tidak mau. Pada semester 1 mungkin aku pantas disebut kupu2 karena kerjaanku hanya kuliah pulang-kuliah pulang. Kalau ada jadwal kuliah pagi dan sore dalam sehari di sela2 waktu itu aku selalu pulang, padahal jarak rumah dengan kampus lumayan jauh. Aku pulang karena aku ga punya kesibukan dikampus. Aku merasa kesepian, dikampus seperti ga punya teman. (Hahaha… sok lebay…) Aku lalu merasa bosan dengan kegiatanku yang monoton. Lalu setelah masuk ke semester 2 aku bertanya pada diriku, apa aku hanya ingin kuliah tanpa organisasi atau ikut kuliah dan ikut organisaisi? Setelah aku berpikir matang aku memutuskan untuk ikut organisasi. Awalnya aku bingung mau ngapain di organisasi, tapi lama2 aku mulai merasakan indahnya ikut organisasi, di organisasi ternyata banyak manfaat yang kudapatkan. Aku mulai mengenal teman2 dari berbagai jurusan. Organisasi juga bisa meningkatkan soft skill. Berdasarkan penilain orang luar mahasiswa UGM itu pandai2 tetapi dalam dunia kerja masih punya kelemahan yaitu rasa percaya dirinya kurang. Maka dalam organisasi ini aku ingin meningkatkan rasa percaya diriku. Aku memang punya kelemahan tentang kepercayaan diri. Aku takut kalau berbicara di depan umum (ga ada setan tp takut, hihihi…), pernah suatu ketika aku disuruh berbicara didepan orang banyak dengan memakai microphone, Karena aku grogi maka tanganku gemetar micropone yang kupegangpun ikut gemetar( Hehehe… kok bisa ya?), keringat dalam tubuhkupun keluar sampai2 aku basah kuyub, (ckckck….). Tapi lama2 setelah terbiasa aku bisa lebih baik dari sebelumnya, meskipun aku masih mengalami kesusahan dalam berbicara di depan umum. Aku itu sebetulnya tau apa yang akan kusampaikan tetapi kalau udah di depan orang banyak aku jadi lupa apa yang akan kusampaikan.(Padahal aku bukan pelupa, hehe…) Ada temenku yang selalu memotivasi aku agar aku tidak grogi (demam panggung) dan selalu percaya diri. (Temenku, makasih ya!)

Kuliuah dan organisasi itu sama2 penting, asalkan kita pandai mengatur waktu. Ilmu itu bisa didapat dari bearbagai sumber, tidak hanya didapat di kelas waktu kuliah. Dengan organisasi kita bisa dapat ilmu, dapat ilmu bagaimana cara memanajemen waktu?, bagaimana cara menghargai pendapat orang lain?, bagaimana cara bersosialisasi dengan masyarakat?. Ilmu seperti ini mungkin tidak semuanya bisa didapat di dalam ruang perkuliahan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wisata Kayangan Api



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS